Hidup Nomaden, Ribet Nggak Sih?
Penulis: Rima Amara Sabrina
Nomaden bukan hanya berlaku untuk zaman purbakala saja ya ... Manusia modern juga banyak yang hidupnya nomaden. Ntah karena urusan pekerjaan, atau bahkan hobi?
Hobi? Serius?
Untuk yang belum tahu apa itu nomaden, silakan googling , eh.
Menurut KBBI, nomaden adalah:
nomad /no·mad / 1 n kelompok orang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap, berkelana dari satu tempat ke tempat lain, biasanya pindah pada musim tertentu ke tempat tertentu sesuai dengan keperluan kelompok itu; 2 v cak (hidup) berkelana, tidak menetap.
See? Jadi, nomaden yang kumaksud di sini adalah orang yang suka berpindah-pindah tempat. Lantas ribet nggak sih, ribet banget. Aku mau berbagi sedikit pengalamanku sebagai orang yang nomaden.
**
Aku lahir di Sepetak Hongkong Indonesia, yaitu di Kota Singkawang (Kalimantan Barat) pada tahun 2000. Lalu, dua bulan setelah aku lahir, kedua orang tuaku membawaku ke Lampung. Karena saat itu ayahku dipindah tugas ke Lampung.
Terbanglah aku yang masih bayi berumur dua bulan itu ke Kota Bandar Lampung hingga aku berumur 1 tahun lebih. Saat aku udah bisa mengucapkan sepatah dua patah kata, ayahku dipindah tugas lagi ke Kota Pontianak. Terbang deh dari Pulau Sumatera ke Kalimantan lagi.
Saat tahun 2002, aku di Pontianak, umurku 2 tahun. Lahirlah adikku yang kedua. Ketika umurku menginjak 4 tahun aku sudah dimasukkan ke sekolah Taman Kanak-kanak oleh orang tuaku. Padahal saat itu usiaku masih 4 tahun, seharusnya jangan sekolah dulu. Nah, di usiaku yang ke 5 tahun, belum tamat TK, ayahku dipindah tugas ke Lampung lagi. Mantul sekali.
Lalu, pindahlah kami ke Lampung. Sekolahku bagaimana? Sekolahku ya terpaksa dong harus pindah juga. Jadi, aku ngulang TK. Dan aku disekolahkan di TK Asyiyah IV Bandar Lampung. Di usiaku ke 5 tahun itu, lahirlah adikku yang ketiga.
Di Lampung, kami juga sempat berpindah-pindah rumah. Pertama, kami tinggal di Kaliawi. Saat aku kelas 1 SD, pindah ke Jagabaya. Saat itu aku bersekolah di SDN 1 Sawah Lama Bandar Lampung. Itu adalah sekolah yang paling romantis se-dunia. Karena di SD itu aku bertemu dengan si Mas Pacarku yang sekarang (semoga dia ga baca, malu). Saat kelas 2 SD, rumahku pindah ke Sawah Lama, tinggal di belakang SDku.
Ketika naik kelas empat SD, aku pun berpisah dengan mas pacar. Aku pindah ke Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di Perumahan Permata Asri, Karang Anyar. Ayahku membeli rumah di sana. Lantas, mau tidak mau, suka tidak suka aku pindah sekolah lagi. Jadi murid baru di SDN 2 Karang Anyar.
Tinggal di Perumahan Permata Asri sungguh pengalaman yang nggak pernah aku lupain deh. Asik banget bagi para bocil yang dulu suka kelayapan, berpetualang menjadi bolang, yang kulitnya belang, pas dicari emak pura-pura ilang.
Aku pikir, di sana akan menjadi tempat tinggalku selamanya. Karena mamaku pernah bilang,
"Kita akan tinggal di sini selamanya," ujar mama 10 tahun yang lalu.
Namun, lagi-lagi, rencana hanyalah rencana. Tuhanlah yang menentukan.
Lulus SD, aku bersekolah di SMPN 3 Jati Agung Lampung Selatan, dekat rumah. Saat aku kelas 1 SMP semester 2 tepatnya pada tahun 2013, ayahku berhenti bekerja di instansinya. Kami pun mau tidak mau, suka tidak suka, pindah lagi ke Kalimantan Barat (pulang kampong)~
Aku pun terpaksa menjadi murid baru lagi di sekolah. Aku dipindahkan ke SMPN 20 Singkawang. 2 tahun aku bersekolah di SMPN 20 Singkawang.
Tahun 2015 aku lulus, tiba-tiba ada keinginan dalam lubuk hatiku untuk melanjutkan SMA merantau di Kota Bogor. Aku pun minta izin kepada kedua orang tuaku. Kabar baiknya, mereka mengizinkan. Lalu, aku pun merantau seorang diri ke Bogor tapi tinggal dengan saudara. Dan saat aku di Bogor itulah aku bertemu dengan mas pacar lagi, eh jadian. Malah bahas beginian. Di Bogor aku sekolah di SMAN 1 Cigombong, Kabupaten Bogor.
Namun, firasatku berkata,
"Sepertinya aku tidak akan bertahan lama di sekolah ini,"
Benar saja, saat kenaikan kelas 11 aku pindah lagi dong. Mantep kan. Aku pindah ke SMAN 3 Singkawang, Kalimantan Barat. Dan lagi-lagi aku harus memperkenalkan diri di depan kelas sebagai murid pindahan.
Saat ini, aku sudah lulus SMA. Aku merantau melanjutkan pendidikanku ke bangku kuliah di IAIN Pontianak. Semoga aku nggak pindah sekolah lagi, hahah. Sungguh hidupku sangat indah.
Kalau pindah pulau lagi, aku masih mau sih haha. Dasar.
**
Nomaden memang benar-benar ribet karena harus mengurus administrasi sebelum pindah sekolah. Terutama pindah ke luar pulau. Di negara sendiri saja sudah ribet. Apalagi jika kamu mau pindah negara. Waduh nggak kebayang ribetnya seperti apa, ngurus pasport, visa dll.
Kalau kamu nggak mau ribet seperti aku, kamu bisa mencoba tips-tips dibawah ini:
Carilah pekerjaan yang tidak membuatmu dioper kemana-mana. Ini penting loh mengingat pindah-pindah itu ribet.
See?
Itu aja sih tips dari aku. Mau kamu nomaden atau tidak, ya sama-sama ribet sih. Tergantung kitanya aja. Menikmati atau tidak. Kalau aku sih, lebih menikmati ya.
Karena hidup pindah-pindah itu selain dapat banyak pengalaman, kita bisa menguasai beberapa bahasa daerah, punya banyak relasi pertemanan, dan masih banyak lagi.
Tapi, di manapun kita berada. Kita harus menerapkan pribahasa ini:
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Sekian, cheers!












Komentar
Posting Komentar